Bikin belajar jadi nagih.
Tampil kayak game, didukung neurosains. Kami pakai AI untuk mengoptimalkan ingatanmu, menanamkan pengetahuan sambil kamu bermain.
Sudah belajar. Sudah lupa.
Ini bukan salahmu. Ini biologi.
Hilang dalam 24 jam
Otak manusia membuang 70% informasi baru dalam sehari.
Masalah Waktu
Tahu kapan harus review itu mustahil kalau dilakukan manual.
Hari untuk Jadi Kebiasaan
Membangun kebiasaan belajar itu susah. Kebanyakan orang menyerah sebelum hari ke-21.
Sains punya solusinya.
Thinklit memperluas ingatanmu.
Neurosains bertemu Desain Game. Mengotomasi jalan menuju memori jangka panjang.
Prediksi Lupa oleh AI
Berdasarkan "kurva lupa" Ebbinghaus, AI kami memprediksi momen tepat saat ingatanmu mulai memudar. Lalu meminta review di detik kritis itu, mengunci ingatan dengan usaha minimal.
Progres Bergaya Game
XP, level, streak, dan papan peringkat. Kami manfaatkan sistem dopamin otakmu untuk mengubah "belajar" jadi game yang nagih. Tingkat retensi meningkat 3x lipat.
Tanam Apa Saja
Dari buku buatanmu sendiri hingga konten komunitas. Tanamkan pengetahuan apa pun—bahasa, koding, definisi—langsung ke otakmu.
Belajar Bareng
Bagikan buku dengan keluarga, teman, atau teman sekelas. Lihat progres satu sama lain. Ubah belajar sendiri jadi petualangan bersama. Orang tua bisa memantau dan memberi reward atas usaha anaknya.
Contoh Penggunaan
Untuk siapa saja yang perlu belajar apa saja.
Pengembangan Diri
Sertifikasi, Bahasa, Koding. Optimalkan dirimu.
• Mode Penguat Ingatan: AI menyusun beban belajar harianmu berdasarkan urgensi. Jalur terpenbuku menuju penguasaan. • Mode Kebut: Perlu persiapan ujian besok? Override AI dan belajar buku apa pun sesuai tempomu.
Belajar Keluarga
Dukung anak-anakmu tanpa harus mengekori terus.
• Dashboard Multi-Akun: Kelola akun semua anakmu dalam satu tempat. • Konten Kustom: Buat buku yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah mereka. • Dukung & Semangati: Pantau progres secara real-time. Kirim "Kudos" dan reward saat mereka mencapai target streak.
Untuk Pendidik
Tutor, Kelas, dan Pengajar.
• Sinkronkan Materi Kelas: Distribusikan buku ke 30+ siswa secara instan. Semua tetap di halaman yang sama. • Analitik Heatmap: Lihat persis siapa yang kesulitan dengan konsep apa. Intervensi dengan presisi berbasis data sebelum mereka tertinggal.
Kelompok Belajar
Teman, Kolega, dan Komunitas.
• Misi Tim: "Yuk hafalin 10.000 kata bareng-bareng." Target bersama bikin mustahil untuk menyerah. • Dukungan Teman: Bagikan buku dan bersaing di skor retensi. Mode co-op untuk belajar.
Cerita Pengguna
Mereka yang sudah meng-upgrade Sistem Operasi Otaknya.
“Dulu aku benci banget ngafalin materi buat UTBK. Sekarang rasanya kayak main game menaklukkan soal-soal. Nilaiku naik dari pas-pasan jadi di atas rata-rata tanpa ngerasa belajar lebih keras.”
Rina
Siswa SMA, Persiapan UTBK/SNBT
“Aku butuh bahasa Inggris buat kerjaan, tapi aplikasi lain nggak cukup buat istilah bisnis. Thinklit bisa bikin buku vocab sendiri. Aku lulus tes TOEIC dalam 3 bulan.”
Budi
Karyawan, Belajar Business English
“Aku hafalin 2.000 istilah anatomi dalam sebulan buat Fakultas Kedokteran. Flashcard kertas sudah ketinggalan zaman. Lebih pintar pakai AI.”
Dewi
Mahasiswa Kedokteran
“Saya adalah pengembang Thinklit. Awalnya, saya membuat aplikasi ini untuk anak-anak saya yang masih SD. Ini adalah kolaborasi dua generasi, dibentuk oleh ide-ide mereka yang tak terhitung. Ketika orang tua lain tertarik, saya mengembangkannya menjadi platform global dengan multi-tim, multi-bahasa, dan konten beragam. Saya berkomitmen mengembangkan Thinklit setiap hari — untuk anak-anak saya dan pelajar di seluruh dunia!”
Andi
Peneliti AI & Pengembang Ex-Amazon AI Product Lead